Vanita Naraya: Perempuan Adalah Aktor Dalam Demokrasi Hari Ini

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Women, Peace and Security, Diah menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam politik anggaran. Menurutnya, keseimbangan kekuasaan dalam alokasi anggaran negara perlu dikaji dari berbagai perspektif, termasuk dari sudut pandang kelompok afirmatif seperti perempuan dan disabilitas.

"Hari ini publik semakin sadar tentang pentingnya proporsi anggaran negara yang adil. Ini menunjukkan betapa pentingnya representasi perempuan dalam parlemen," katanya di Jakarta, Rabu (26/2).

Diah juga mengajak aktivis perempuan untuk lebih aktif dalam berbagai ruang normatif parlemen, seperti kunjungan daerah pemilihan (Dapil) dan diskusi publik. Ia menilai, ruang-ruang tersebut dapat menjadi wadah strategis untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat secara lebih efektif.

Selain itu, Diah menilai, women, peace, and security sebagai kerangka penting dalam memperkuat ketahanan negara. Ia menekankan bahwa ketahanan nasional bukan hanya soal pertahanan militer, tetapi juga mencakup aspek lain seperti keamanan siber, finansial, serta perlindungan terhadap perempuan di perbatasan yang rentan terhadap perdagangan manusia.

"Ketahanan negara bukan sekadar memperkuat persenjataan. Ada dimensi lain seperti perang mata uang dan kejahatan transnasional yang juga harus diperhatikan," tegasnya.

Diah optimisme bahwa perjuangan politik perempuan selalu berorientasi pada keadilan.

"Saya percaya perempuan adalah aktor sesungguhnya dalam demokrasi hari ini. Semoga kita bisa terus berkolaborasi dalam membangun perjuangan keadilan yang lebih luas untuk negara ini," tutupnya.